Setelah Sempat Turun, Harga TBS Sawit di Kaltim Berangsur Meningkat

Samarinda -  Harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Provinsj Kalimantan Timur menunjukkan tren meningkat setelah sebelumnya sempat turun beberapa pekan

Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan global terhadap minyak sawit mentah (CPO) dan meningkatnya permintaan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ahmad Muzakkir, mengatakan kenaikan harga ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani kelapa sawit, terutama bagi mereka yang tergabung dalam kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS).

Muzakkir meyebutkan untuk periode 16-31 Desember 2025 harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 13.886,58 per kilogram, sementara kernel berada di angka Rp 11.125,27 per kilogram, dengan indeks K sebesar 89,43 persen.

Ia menjelaskan, kenaikan harga ini berlaku untuk semua kelompok umur tanaman, dengan persentase kenaikan yang bervariasi. Adapun rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit yakni untuk TBS yang dipanen dari pohon umur 3 tahun dengan harga Rp 2.829,62 per kg.

“Di umur 4 tahun diharga Rp 3.017,16  kg, umur 5 tahun seharga Rp 3.035,81 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.068,61 per kg,”sebutnya,”ungkapnya dalam keterangan resminya, Jum’at (2/1/2026)

Berikutnya di umur 7 tahun Rp 3.087,25 per kg, umur 8 tahun Rp 3.110,35 per kg dan umur 9 tahun seharga Rp 3.176,20 per kg dan 10 tahun seharga 3.213,46 per kg.

Menurutnya, daftar harga TBS sawit diatas, merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma.

Adanya kerjasama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak. Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerjasama ini hendaknya dapat terwujud. (Prb/ty).